Istilah-istilah di Dunia Jeans

Istilah-istilah di Dunia Jeans

Gaya Jeans di Bagian Kaki
Boot Cut Jeans: Boot cut jeans melebar sedikit di bagian bawah agar sesuai untuk sepasang sepatu yang seksi.
Flared Jeans: Jeans melebar di bagian bawah bahkan lebih gobor dari boot cut jeans. Jeans ini juga sedikit sempit di lutut.
• Skinny Jeans: Tidak ada celah sama sekali di bagian bawah jeans, skinny jeans dipakai ketat di sepanjang kaki, pantat, dan paha.
• Straight Jeans: Jeans Lurus yang sama besar di sepanjang kaki, paha, dan bokong.

Istilah Tinggi Pinggang Jeans

• Rise: Tinggi pinggang jeans, panjang jahitan dari selangkangan ke atas pinggang.
Super Low Rise Jeans: Umumnya jeans super low rise memiliki tinggi pinggang kurang dari tujuh inci dan pinggang jeans dipakai di bawah pusar.
• Low Rise Jeans: Umumnya jeans low rise memiliki tinggi pinggang lebih dari tujuh inci tapi kurang dari sembilan inici. Pinggang jeans dipakai sekitar tiga inci di bawah pusar.
• Regular Rise Jeans: Umumnya memiliki tinggi pinggang lebih dari sembilan inci tetapi kurang dari sebelas inci. Pinggang masih di bawah pusar tapi hampir mendekati.
• High Rise Jeans: Umunya memiliki tinggi pinggang lebih dari sebelas inci dan pinggang dipakai di pusar.

Macam Gaya Jeans

• Abraded: Banyak jeans modis saat ini yang dikupas, atau dibuat belur, untuk mendapatkan kesan usang yang terlihat keren. Terkadang jeans digosok dengan pengamplasan (menggunakan alat pengamplasan listrik untuk mengikis jins).
• Stone Wash: Stone wash jeans adalah jeans yang dimasukkan ke dalam mesin cuci dengan batu apung untuk melembutkan kain. Dapat dibedakan dengan acid washed jeans, jeans yang sangat gaya di tahun delapan puluhan.
• Wash: Merupakan tekstur dan warna jeans siap pakai, dibuat dengan "mencuci" mereka.
Whiskers: Gaya keriput yang sering Anda lihat di bagian depan celana jeans sekitar selangkangan.

Istilah Jeans Lainnya


Arcuate
Arti harafiahnya yaitu sesuatu yang menyerupai sebuah lengkungan. Pertama kali digunakan oleh Levis di kantong belakang jeans dengan double-stitching. Dikenal sebagai salah satu clothing trademark tertua di dunia. Levis mempatenkan arcuate stitching sejak tahun 1943.

Broken Twill
Dibuat pertama kali oleh Wrangler. Pada dasarnya merupakan gabungan antara left hand twill dan right hand twill. Dibuat untuk mencegah leg twisting yang terjadi natural karena arah rajutan yg mengarah ke kanan atau ke kiri.

Chain Stitch
Merupakan teknik jahit yang paling penting pada jeans. Pada teknik jahit ini, dibutuhkan 2 buah benang yang akan saling mengunci satu sama lain dan membuat pola seperti rantai. Teknik jahitan ini merupakan salah satu teknik jahit yang akan menjamin kekuatan yang lebih dibanding jahitan biasa. Biasanya chainstitch digunakan di bagian-bagian yang merupakan stress point seperti inseam dan pinggang. Selain karena kekuatannya, jenis jahitan ini juga akan memberikan roping effect di bagian hem. Salah satu mesin jahit yang sudah digunakan sejak jaman dulu dan terkenal karena kemampuan membuat chainstitchnya adalah Union Special.

Distress / Washed / Pre-washed
Proses untuk membuat jeans memiliki efek sudah dipakai sebelumnya. Bisa berupa bentuk-bentuk lobang kecil, robek-robek, atau paling minimum warna garis-garis muda dan efek ‘denim bleed’.

Honeycomb / Whiskers
Efek yang didapatkan ketika bahan denim yang keras terlipat di bagian tertentu seperti bagian belakang lutut dan paha bagian atas. Lipatan-lipatan ini akan membentuk seperti sebuah pola.

Indigo
Salah satu jenis pewarna yang paling tua di dunia yang bisa dilacak dari 10 tahun sebelum masehi dan masih digunakan sampai saat ini. Awalnya merupakan jenis pewarna yang dapat diekstrak dari tanaman indigofera, tetapi pada akhir abad 19, Adolf von Baeyer melakukan riset untuk membuat jenis pewarna yang sama yang dapat dicapai melalui proses sintesis kimiawi. Tidak ada perbedaan yang signifikan dari kedua jenis natural dan sintesis ini, bahkan ahli indigo pun tidak dapat melihat perbedaannya.

Raw
Raw/Dry denim adalah bahan denim yang belum mendapatkan post-treatment, dalam hal ini yaitu denim yang baru selesai dibuat langsung dijual. Hal yang dapat dilihat untuk membedakan bahan “raw” dengan yg tidak adalah bahan raw cenderung keras dan warnanya lebih gelap. Biasanya setiap vendor jeans akan memberikan info lebih lanjut mengenai raw atau tidaknya produk mereka.

Uniknya raw/dry denim adalah memudarnya warna dye-nya seiring dengan frekuensi pemakain. Dan efek pemudaran natural inilah yang menjadi daya tarik bagi para penggila denim. Lain dengan denim yang prewashed dimana efek memudarnya telah dibuat secara artifisial dengan mesin-mesin dan bahan-bahan kimia, raw denim akan membentuk efek pemudarannya sesuai dengan bentuk tubuh dan aktivitas si pemakai. Untuk memfasilitasi proses ini, biasanya raw denim jarang dicuci (pada umumnya setelah 6 bulan pemakaian efektif baru dicuci).

Rivets
Sebuah benda kecil berbentuk bundar yang dipasang di daerah seperti pinggiran kantong, sebagai penambah kekuatan (supaya tidak cepat copot). Biasanya terbuat dari tembaga. Levis pertama kali memperkenalkan Hidden Rivets di kantong belakang, karena sebelumnya rivets di kantong belakang dianggap menggangu karena merusak sofa yang biasa diduduki dan juga saddle pada saat berkuda.

Sanforisation
Proses yang sudah dipatenkan, bertujuan untuk menyusutkan bahan denim sebelum dibuat menjadi jeans.

Selvedge / Selvage
Istilah yang digunakan untuk denim yang membentuk edge-nya sendiri (self-edge), karena pada shuttle loom, rajutan denim dapat diselesaikan oleh loom itu sendiri, beda dengan denim yang dihasilkan dengan projectile loom, harus dipotong dan dijahit untuk menyelesaikan kainnya-nya. Umumnya shuttle loom membutuhkan lebih banyak bahan untuk menyelesaikan kain sehingga komposisi kapas yang digunakan lebih banyak, menjadikan bahan selvage denim lebih superior dari denim biasa.

Starch
Biasanya digunakan untuk membuat jeans menjadi lebih keras dan kaku. Semakin keras dan kaku, semakin mudah untuk membuat crease dan honeycombs yang lebih kontras.

Shrinking denim
Mengapa kita butuh menyusutkan denim? Karena bahan dasar jeans pada umumnya terbuat dari bahan katun seperti bahan pakaian lain pada umumnya. Katun direndam air tentu saja akan menyusut dan akan membesar lagi jika direnggangkan.

Melalui proses sanforisation, penyusutan daripada jeans ini diminimalkan sampai kira-kira 1%. Oleh karena itu untuk jeans yang udah di-sanforize, pada umumnya penyusutan tidak dibutuhkan lagi.

Akan tetapi pada jeans yang belum di sanforized (dikenal dengan sebutan: unsaforized denim) penyusutan masih bisa terjadi sehingga merubah ukuran jeans dengan signifikan. Oleh karena itu jeans yang belum di sanforized pada umumnya direndam dahulu sebelum dipakai. Perkiraan akan penyusutannya tidak bisa dibuat karena tiap jeans menyusut berbeda-beda tergantung bahan, temperatur, lamanya direndam di air dan faktor-faktor lain. Kami sarankan untuk membaca label atau menanyakan kepada ahli sebelum membeli jeans jenis ini untuk mendapakan ‘fit’ yang diinginkan.

1 comments:

  1. Pasang Togel Online hanya di wap.target4d.com
    Bisa di akses melalui versi mobile.. Aman dan Terpercaya..

    Daftar sekarang : http://bit.ly/2jrbTBf
    BBM: 2B133168
    LINE: target4d
    Whatsapp: +855966639857
    Skype : target4d
    Wechat: target4d

    ReplyDelete

Komentar dimoderasi, kami menghormati komentar yang baik.